cerpen pertama ku ^_^

 

 

Cowok nyebelin disekolah

 

Waktu itu baru pertama kali masuk SMP, aku mengikuti MOS( yah masa orang kesusahan gitu deh ). Waktu itu aku masuk dikelompok bougefil. Padahal aku gak begitu suka hal kaya gitu. Tapi pembimbing Mosnya ganteng banget namanya “Reza Ferdiansyah” “Oh kakak yang baik hati, suka menolong, & Tidak sombong”. Tapi yang paling nyebelin, ada anak jemaal dari Gua hantu yang selalu iseng sama aku. Ih… nyebelin sampai-sampai aku benci banget sama dia. Namanya Dimas anaknya super nyebelin, crazy, bawel, bad boy de…” Aku sampai stress digangguin dia terus.

Beberapa Hari kemudian setelah acara Mos selesai. Ada kejadian-kejadian yang paling menyebalkan. Sudah 4 minggu kira-kira aku sekolah, Makin gila aja tuh si Dimas. Dia tuh sering banget ngikutin aku pulang kerumah, nelpon tapi gak pernah ngomong, sampai-sampai aku pernah dimarahi Mama. Aku aja sampai berpikir sebenarnya mau dia apa sih? Aku bingung. Dua hari aku gak bertemu dengan dia, aku pun heran. lalu aku langsung kekelasnya dengan alasan aku mau nanya siapa yang tidak masuk hari ini. Tapi padahal aku ingin cari tahu keberadaan Dimas sekarang. Ternyata dimas sudah dua hari tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. “Sakit apa ya” pikir aku. Besoknya ternyata dia masuk. Dan pada saat itu juga si dimas makin jadi, dia sering banget bikin aku kesel. Keesokan harinya aku dan kedua temanku yaitu Gita dan Dewi sedang berjalan menuju kantin sekolah. Tiba-tiba Dimas memanggil aku dan dia juga menarik aku, “ Ra.. aku minta maafnya udah bikin kamu bete, dan kesel sama aku, dan aku juga mau ngajak kamu” kata Dimas. “ Kemana?” Tanya aku sambil melepas tanganku dari genggamannya. “Nonton! Km boleh kok ajak teman-teman kamu” jawab Dimas. Aku pun heran terhadap dia, berani sekali dia ngajak aku nonton. “ Ok deh gak masalah aku juga udah maafin kamu kok tapi kamu mesti janji sama aku, kamu gak bakalan gangguin aku lagi”, Jawab aku ragu-ragu. “Btw, Nontonnya aku ajak dua orang sahabat aku ya Gita sama Dewi bolehkan?”, KataKu. “ Iya… terserah kamu aja deh!” jawab Dimas tersenyum gembira.

Bel Pulang pun berbunyi. Aku pun heran dengan Dimas. Waktu pulang pun dia udah gak pernah ikutin aku pulang lagi, berarti dia benar-benar ngikutin janji aku. Tapi kok aku ngerasa kehilangan gitu yah. “Kok aku jadi mikirin dia ya, ngapain juga aku mikirin’ aku kan benci banget sama dia” pikirKu. Btw, Mana sih Gita sama Dewi. Nah itu mereka. “Hei girls wah’ kayanya senang banget tuh, ada apa sih?”, Tanya mereka. “ sebetulnya aku mau ngajak kamu nonton sama Dimas, kalian mau gak?”, ajak aku. “Ya maulah” jawab mereka serempak. “ tapi Ra’ kamu udah minta izin mama kamu belum?” Tanya mereka. “ oya pasti mama aku gak bakalan ngizinin aku pergi, aku harus pakai alasan apa nih?” jawab aku. Sesampainya aku dirumah, aku coba buat alasan yang tepat buat aku bisa pergi. Tapi bohong sama orang tua itu kan dosa. “Gini aja kali ya, aku pura-pura buat alasan kalau aku mau kerja kelompok dirumah temen aku” pikir Aku. Tapi ternyata aku berpikir pesimis , pasti alasan aku gak bisa buat mama percaya. terus aku pun berfikir selama 10 menit, dan akhirnya ide aku pun keluar. Sehabis pulang sekolah aku langsung pergi. Tapi dari pada aku cape, sebelumnya aku mampir dulu kerumah teman aku. Kalau urusan dimarahi mama itu belakangan, yah masukin aja telinga kanan terus keluar telinga kiri (ha..ha..).

Pagi pun tiba, saat aku sedang bersama dengan temanku di teras sekolah. Tiba-tiba dimas memanggil aku, “ eh..Ra’ jadi gak nontonnya hari ini, kalau jadi jangan lupa berangkat jam dua siang aku tunggu di lantai bawah, Ok” kata Dimas sambil tersenyum. Bel pulang pun berbunyi. Seperti biasanya aku menunggu dua sahabat aku untuk pulang bersama. Dan kebetulan juga sekarang aku ingin nonton sama mereka. Setelah aku tunggu selama sepuluh menit, mereka langsung keluar dari gerbang. “ hai Guys.. jadikan nontonnya?”, Tanya Aku. “Ya.. jadilah rara”, jawab mereka. Kemudian aku bersama kedua teman aku jalan menuju ketempat tujuan dengan menaiki kendaran umum. Sesampainya disana, aku langsung masuk dan mencari Dimas. Setelah aku dan Dimas bertemu, kami langsung menuju bioskop untuk nonton. Pada saat kita nonton ada perasaan aku yang beda terhadap Dimas. Kayaknya aku senang banget diajak Dimas nonton. Terus parahnya dia duduk di samping aku. Setelah dua jam kami menonton, kami pun langsung pulang. Tapi pada saat itu kaki Gita mendadak sakit, Mana Dewi mesti cepat pulang karena dia ada les hari ini. Mereka pulang dengan dijemput oleh kakak mereka. Lalu aku terpaksa pulang sama Dimas. Tapi gak apa-apa sih aku pulang sama dia, daripada aku pulang sendirian.

Sesampainya aku di rumah. Aku langsung menuju kekamar, tapi sebelum satu langkah aku naik tangga mama pun menanyakanku “ kamu darimana aja Ra’ mama tuh cemas sama kamu” Tanya mama. Aku pun baru ingat, aku pergi tidak bilang sama orang rumah. Lalu aku menjawab ” tadi Rara ada pelajaran tambahan di ruang computer” jawabKu. “Benar! kamu tidak bohongkan sama mama?” Tanya Mama. Nggak kok Mah” jawabku sambil menggaruk kepala. “ yaudah kamu langsung kekamar dan belajar” kata Mama. Aku pun langsung kekamar dan bernafas lega. Dan pada saat itu si Dimas cowok yang paling nyebelin disekolah udah gak pernah gangguin aku lagi.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: